Secara harfiah, perubahan adalah proses berbeda dari sebelumnya.
Kamus Besar bahasa Indonesia menterjemahkan "ber·u·bah [v 1] "menjadi lain (berbeda) dr semula". Per·u·bah·an n 1 hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran.
Sangatlah kompleks makna dari kata perubahan. Banyak Pahlawan serta Kampanye yang selalu menggembar-gemborkan "Gerakkan Perubahan". Banyak juga petinggi-petinggi dan Pemegng kuasa yang selalu mengumandangkan "Reformasi dan Transformasi, dimana dibutuhkan Perubahan yang nyata". Banyak mahasiswa menyerukan kata dan menyebut dirinya sebagai "Agent of Change". Banyak para ahli lingkungan menyebutkan, " Change your Habit for Climate Change". Bahkan sesosok pemuka agama selalu memberikan kata perubahan, "Perubahan dilakukan dari hal yang kecil, diri sendiri dan saat ini". Idealisme pelajar selalu berkata - "Aku akan mengubah dunia dengan karyaku".
Sadarkah kita?
Setiap tahun, bulan, menit, detik, bahkan seperseribu detik kita selalu berubah. Setiap sel yang membelah dari 1 berubah menjadi 2. Oksigen yang setiap dihembuskan dan dihirup selalu berbeda dalam tubuh kita. Pemikiran-pun berbeda dari waktu ke waktu. Sampai suatu saat nanti, perubahan akan terjadi bagaikan sebuah roda ber-energi super yang berjalan di sebuah lingkaran. Dari bayi-Remaja-Dewasa-Tua-mati-hingga akhirnya langkah ini berganti sampai menunggu saat ketika dibangkitkan lagi, keadaan selalu berubah. Tidak ada yang abadi? "Perubahan"lah yang abadi.
Perubahan yang bagaimana yang membuat manusia itu menjadikan "manusia beruntung yang abadi"
Sebuah analogi tentang 3 Dimensi waktu :
Kemarin, Hari Ini, dan Esok
Kemarin > Hari ini menjadikan kita Celaka
Kemarin = Hari Ini menjadikan kita Merugi
Kemarin < Hari ini menjadikan kita Beruntung
Hari ini < Besok menjadikan kita Celaka
Hari ini= Besok menjadikan kita Merugi
Hari ini < Besok menjadikan kita Beruntung
--Semoga ini menjadikan kita sebagai makhluk yang selalu beruntung dalam Perubahan, bukan seseorang yang Buntung terhadap Perubahan"
Semua tergantung kita menghadapi sebuah yang abadi
"Abadi" dapat diatasi dengan "yang maha Abadi"
perubahan dimulai dari hal kecil... lalu kenapa banyak yang perubahan dengan andil selalu kembali ke kebiasaan lama saat baru saja melakukan perubahan kecil...
ReplyDelete